Pemdes Mekarsari Gelar Musdes Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Cegah Stunting Sejak Dini

banner 468x60

Kepahiang, suaramahardika.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarsari menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting di Balai Desa Mekarsari sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, bidan desa, kader kesehatan, kader Posyandu, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya yang memiliki peran dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

banner 336x280

Musdes Rembuk Stunting menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan program pembangunan desa, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Forum ini juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk menyusun langkah strategis dalam menekan angka stunting sejak dini.

Dalam musyawarah tersebut, peserta membahas berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian, mulai dari pemenuhan gizi balita, kesehatan ibu hamil, pola asuh anak, sanitasi lingkungan, hingga pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Pemerintah Desa bersama pihak kecamatan menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, hingga seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Kepala Desa Mekarsari, Marno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Desa dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Kegiatan ini merupakan keseriusan kami selaku Pemerintah Desa untuk menciptakan generasi sehat yang berkualitas di masa depan,” ujarnya.

Selain penyampaian materi dan evaluasi kondisi kesehatan masyarakat, kegiatan juga diisi dengan penyusunan usulan program prioritas desa yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan. Program tersebut meliputi penguatan pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita, edukasi kesehatan keluarga, peningkatan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang.

Melalui forum ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi dalam menyusun langkah-langkah konkret guna mempercepat penurunan angka stunting di Desa Mekarsari.

Di akhir kegiatan, Marno mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

“Dengan adanya Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Mekarsari berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak agar tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang,” tutupnya.

Musdes Rembuk Stunting diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang sehat sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju.
(The-06)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *