Paket COD Tak Kunjung Diantar, Tiba-Tiba Direturn? Keluhan Warga Kepahiang Jadi Sorotan

banner 468x60

Kepahiang, suaramahardika.id – Keluhan masyarakat terhadap salah satu perusahaan jasa pengiriman, logistik, dan ekspedisi di Kabupaten Kepahiang belakangan menjadi sorotan. Sejumlah pelanggan mengaku kecewa setelah paket yang mereka pesan melalui layanan Cash on Delivery (COD) diduga tidak pernah diantarkan ke alamat tujuan, namun status pengiriman justru berubah menjadi return atau dikembalikan kepada penjual.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa konsumen mengaku telah menunggu kedatangan kurir sesuai estimasi waktu pengiriman. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, paket yang dinantikan tidak pernah diterima.

banner 336x280

Yang menjadi perhatian, status pelacakan (tracking) paket secara tiba-tiba berubah menjadi “dikembalikan kepada pengirim”, meskipun pelanggan mengaku tidak pernah menerima panggilan telepon, pesan singkat, maupun kunjungan dari kurir.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai mekanisme pengiriman paket COD. Pasalnya, pada layanan ini pembeli seharusnya memperoleh kesempatan untuk menerima barang terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran di lokasi tujuan.

Beberapa pelanggan bahkan mendatangi langsung kantor jasa pengiriman dengan harapan paket masih berada di gudang sehingga dapat diambil secara mandiri. Namun, menurut pengakuan mereka, petugas menyampaikan bahwa paket tersebut telah lebih dahulu dikembalikan kepada penjual.

Akibat kejadian itu, sejumlah konsumen merasa dirugikan karena harus kembali menunggu apabila ingin memesan ulang barang yang sama. Selain kehilangan waktu, mereka juga mengaku tidak memperoleh kepastian mengenai alasan paket tidak sempat diantarkan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan jasa pengiriman dapat memberikan penjelasan terkait prosedur pengiriman paket COD, termasuk alasan suatu paket dapat berstatus return tanpa adanya komunikasi yang memadai kepada penerima.

Selain itu, perusahaan juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan pelayanan kurir agar kejadian serupa tidak kembali terjadi serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengiriman tetap terjaga. (GLMS-001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *