Polres Lebong Ungkap Motif Dibalik Kematian Ibu Muda Yang Sedang Hamil

Berita, Daerah13 Dilihat
banner 468x60

 

 

banner 336x280

Lebong, suaramahadrika.id – Misteri di balik tewasnya Aulia Zakrike (19), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, akhirnya menemui titik terang. Satreskrim Polres Lebong berhasil mengungkap motif keji di balik tindakan tersangka berinisial OY, yang tak lain adalah suami korban sendiri.

 

**Akumulasi Sakit Hati dan Konflik Rumah Tangga**

 

Berdasarkan hasil interogasi pihak kepolisian, tersangka OY mengakui perbuatannya yang dipicu oleh rasa sakit hati akibat seringnya terjadi cekcok mulut dalam kehidupan pernikahan mereka. Pemicu utama perselisihan tersebut berakar pada beberapa faktor krusial:

 

* **Persoalan Nafkah:** Tersangka mengaku sakit hati lantaran korban kerap menanyakan haknya untuk dinafkahi sebagai istri.

* **Pengelolaan Keuangan:** Korban diketahui sering mempermasalahkan uang hasil kerja tersangka yang diberikan kepada orang tua tersangka (mertua korban).

* **Himpitan Ekonomi:** Berdasarkan keterangan penyidik, pasangan ini sering terlibat keributan karena kondisi ekonomi yang dianggap kurang memadai.

* **Penolakan Hubungan Pasutri:** Tersangka juga membeberkan bahwa korban sering menolak ketika diajak melakukan hubungan suami istri.

 

**Goyahnya Restu Orang Tua**

 

Konflik yang terjadi secara berulang ini ternyata berdampak luas pada hubungan keluarga besar mereka. Kasat Reskrim Polres Lebong, **AKP Darmawel Saleh**, menjelaskan bahwa rentetan penolakan dan keributan tersebut akhirnya memicu hilangnya restu dari orang tua korban terhadap pernikahan keduanya.

 

**Langkah Hukum Selanjutnya**

 

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan tersangka OY untuk proses penyidikan lebih lanjut. Jenazah Aulia, yang diketahui tengah mengandung saat kejadian, telah dievakuasi ke **RS Bhayangkara Bengkulu** untuk keperluan visum guna melengkapi bukti-bukti dalam persidangan mendatang.

 

Catatan: Kasus ini menjadi pengingat pilu mengenai dampak fatal dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tidak tertangani.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *